Email *
Password *
Konfirmasi Password *
Nama Lengkap *
Jenis Kelamin * Laki-laki Perempuan
Alamat
No. Telp
Email *
Nama Lengkap *
Jenis Kelamin * Laki-laki Perempuan
Alamat
No. Telp
Forgot yor password ?
Silahkan masukkan alamat email Anda, password baru akan dikirimkan ke email Anda.
Alamat Email
Silahkan cek email Anda, dan ikutin instruksinya untuk mendapatkan password baru Anda.
Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda menjadi member kami, Silakan cek email Anda untuk konfirmasi pendaftaran. Tunggu berbagai kejutan dari Kami untuk Anda para member.
Gagal :

Selasa, 18 September 2012

Feng Shui Tips

Sentuhan Feng Shui di rumah Jenie

Dibaca : 440 kali|Total Komentar : 0
Bagikan Artikel Ini :
Rumah adalah representasi karakteristik sang pemilik, sekaligus simbol kesuksesan dan karir bagi pemiliknya.

Secara feng shui mestilah sesuai dengan karakteristis dari pemiliknya. Tidak harus mewah tetapi fungsional dan nyaman. Inilah Prinsip dasar dari Jenie Kumala Dewi dalam rumah saat harus merenovasi dan membangun rumah.

Sekitar 2005, ia sudah memiliki sebuah rumah di bilangan Lippo Karawaci. Tetapi karena terlalu jauh dari pusat aktivitasnya di jakarta, ia memutuskan untuk menyewakan rumah tersebut dan memilih tinggal di apartemen di Kawasan Kelapa Gading agar bisa lebih dekat dengan kantor. Lagipula, Ia baru saja menikah sehingga secara fungsional sudah cukup sesuai untuk kebutuhan saat itu.

Barulah setelah anak pertama lahir dan perjalanan karir semakin membaik, ia mulai merasa perlu memiliki hunian yang lebih nyaman dan asri. "Setelah anak pertama memasuki usia 4 tahun saya mulai merasakan perlunya suasana dan ruang ekspresi yang lebih luas untuk mendukung perkembangan psikologis dan motorik anak agar kesana-kemari ketemunya tidak hanya tembok" selotohnya.

Rumah Itu Jodoh

Desember 2010 menjadi Tahun keberuntungan bagi Jenie. Sebuah Kapling rumah seluas 190m2, di bilangan Rawamangun, ternyata sangat sesuai dengan karakteristik rumah impiannya. Terutama karena posisi lahan di Jalan Kakap no. 17 ini menghadap barat. "Itu sesuai dengan hitungan kalendar ala feng shui, yang menunjukkan bahwa jika memiliki rumah, sebaiknya menghadap ke barat" ujarnya.

Secara arsitektur, posisi kapling tanah juga bagus, karena luasannya melebar, bukan memanjang seperti kebanyakan kapling hunian saat ini. Kapling melebar ini menurut Jenie lebih memudahkan dalam desain dan layout sebuah rumah, baik interior maupun eksteriornya.

Selain itu lokasinya juga tidak jauh dari tempat kerja, memiliki akses jalan yang lebar dan dapat dilalui kendaraan pribadi.

Sungguh beruntung, karena entah bagaimana, saat pemiliknya meminta keseriusannya untuk membeli lokasi ini, secara bersamaan, dalam tempo kurang dari seminggu, ia juga berhasil menjual rumah di Lippo Karawaci. "Itulah awalnya saya membeli rumah ini. Mungkin benar seperti kata orang tua bahwa mencari rumah itu ibarat kita mencari jodoh, ya" ujarnya.

Renovasi Bertahap

Sebagai Konsultan feng shui dan arsitek, Jenie mulai merenovasi secara bertahap. Prinsipnya selaras dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Karenanya struktur bangunan utama, seperti pondasi, dinding, dan layout ruang utama serta kamar tidur tidak banyak mengalami perubahan.

Hanya, beberapa titik dan sudut tertentu saja yang auranya terasa suram secara feng shui bisa menjadi penghalang kenyamanan dan ketentraman penghuninya ditata ulang dan diset ulang disesuaikan dengan peruntukkannya .

Contohnya, di sudut pojok kanan belakang yang menghadap ke halaman. Menurut Jenie, titik ini merupakan sudut kemakmuran dan keberuntungan. Peruntukkannya yang pas adalah untuk kamar tidur atau aktivitas seperti kantor. Karenanya sudut inilah salah satu prioritas utama Jenie. Titik yang layout sebelumnya untuk dapur sehingga auranya menjadi gelap, di set ulang menjadi ruangan kantor dengan pintu yang langsung menghadap ke jalan untuk menyongsong keberuntungan.

"Sebab, secara kebetulan penempatan pintu di sebelah utara, secara feng shui juga dapat mengaktifkan aspek kebijaksanaan dan pengetahuan, sehingga sangat pas dengan bidan karir yang saya geluti." ujarnya.

Sementara, desain layout interiornya hanya memerlukan beberapa penyesuaian dan penyelarasan sesuai kebutuhan. Penyelarasan dan penyesuaian ini juga berlaku dalam memilih dan menata furnitur atau perkakas lain di dalam rumah. Prinsip utamanya adalah menyeimbangkan antara besaran ukuran rumah dan jumlah penghuninya. "Jangan sampai terjadi desain rumah yang membuat penghuninya susah beraktivitas. Misalnya, rumah terlalu kecil, penghuni terlalu banyak, sehingga jadi terlalu padat. Atau sebaliknya , rumah terlalu besar dan penghuni terlalu sedikit, sehingga kesannya terlalu kosong," ujar Jenie

Pemilihan Perabot atau furniture

Menurut Jenie, perabot atau furniture yang mesti mendapat prioritas pengadaan dan penempatannya adalah satu set meja makan, karena melambangkan kelancaran dan kokohnya rejeki/ mata pencaharian. "Untuk itu, meja makan harus kokoh, kuat, lebar atau proporsional sesuai dengan ukuran ruang makan," ujarnya

Selanjutanya ruang tidur keluarga, karena di tempat ini hampir 1/3hari, aktivitas anggota keluarga berlangsung. Untuk ruangan ini, feng shui bahkan memiliki aturan yang lebih detail dibandingkan dengan ruang lain. Posisi ranjang misalnya, harus ada sudut diagonal yang berlawanan dengan pintu untuk menyembunyikan posisi ranjang agar ada privacy, sehingga aktivitas di dalam kamar tidur tidak terlihat langsung dari luar. Posisi kepala ranjang sebaiknya berada di bidang yin (dinding yang tidak ada pintu atau jendelanya), jangan di bidang yang (terdapat bukaan pintu/ jendela). Secara psikologis tidur menempel pada dinding membuat orang merasa terlindungi.

Selain itu, sebaiknya pisisi pintu kamar tidur juga tidak boleh berhadapan dengan pintu kamar mandi, karena bisa menimbulkan aroma tidak sedap. "Atau sebaliknya malah jangan sampai ada kamar mandi atau WC di Kamar tidur." kata Jenie.

Lemari pakaian dan meja rias yang bercermin, dapat diletakkan d area segaris dengan pintu masuk kamar. Ini sekaligus menuruti aturan bahwa cermin tidak boleh segaris dengan letak ranjang. Ingat, orang bangn tidur biasanya dalam kondisi acak-acakan. Jika langsung melihat ke cermin, bisa-bisa menurunkan mood.

Letak Pintu Utama

Desain rumah yang juga perlu diperhatikan adalah letak pintu utama. Karena fungsinya sebagai muara tempat masuk kebajikan (Qi positif), maka sebaiknya tidak ada penghalang di depan pintu utama, seperti pohon besar, tiang listrik, tiang bendera dan lain-lain. Selain itu letak pintu utama juga sangat menentukan. Jika ingin mengaktifkan sektor keberuntungan atau rejeki, usahakan posisinya di tengah. Atau jika ingin mengaktifkan aspek kebijaksanaan atau ilmu, bisa memilih posisi pintu di sebelah utara.

Pepatah Tiongkok mengatakan "Pintu utama senilai dengan ribuan tael emas", Artinya Lokasi dan arah pintu utama seperti mulut manusia sehingga tidak boleh ada penghalang, karena apa yang anda makan adalah yang anda dapatkan. "Karenanya besaran pintu masuk utama, harus seimbang dengan ruang tamu, karena marupakan simbol keluar masuknya rejeki." kata Jenie.

Ruang Tamu

Masuk ke ruang tamu, aturan feng shui yang berlaku adalah besaran ruang tamu harus dua kali luasan pintu utama. "Untuk itu saya memasang cermin besar yang menghadap keluar untuk memberi efek luas dua kali dari ukuran ruangan." ujar Jenie. Fungsi lainnya untuk membantu agar qi positif yang masuk ke dalam ruang tamu ini dapat ditampung dan disebarkan ke seluruh area ruangan.

Sementara agar ruangan menjadi lebih segar, tidak sumpek dan lembap, maka desain dan penataan ruangan harus memperhatikan keseimbangan antara luas ruangan, tinggi plafon dan sistem bukaan atau jendela, agar udara dari luar dapat masuk dan mengalir ke setiap sudut ruangan, sehingga penghuninya tidak mudah terkena penyakit.

Dapur dan Kamar mandi

Menurut kepercayaan feng shui, di dapur ada dua dewa yaitu dewa air dan dewa api. Dewa air adalah elemen air pada bak cuci (Wash sink), dan dewa api adalah elemen api pada kompor. Jadi prinsip pengaturan dapur sesuai feng shui adalah mengatur kedua elemen yang berlawanan sifat tersebut. " Supaya aspek kedua elemen ini tidak bertabrakan, jangan meletakkan kompor di seberang atau terlalu dekat dengan bak cuci, karena air untuk mencuci dapat menciprati kompor dan mengganggu proses memasak," saran Jenie.

Letakkan lampu di dapur untuk menghindari sudut-sudut gelap, agar tidak menjadi sarang kecoak dan lain-lain. Selain itu posisi kompor jangan terlalu dekat dengan kamar mandi atau WC. Sebaiknya jangan membuat kamar mandi atau kamar tidur diatas dapur, karena dapat mengganggu kesehatan anda dan keluarga. Khusus untuk kamar mandi, sebagai tempat yang mudah lembab, pencahayaannya sebaiknya dibuat terang untuk menimbulkan rasa nyaman sekaligus mematikan kuaman penyakit.

Memang, belum semua konsep ala feng shui diaplikasikan oleh Jenie. Namun bolehlah ia bangga sebab walau bagaimanapun konsep ideal tentang rumah yang diidamkan kini telah menjadi kenyataan.

Penulis Ahmad Kholil

September 2012
jeniefengshuionline.com

Komentar

More Articles ...